~TAMAN HATI PENYAIR FLORES~
11:38:00 AM
Jakarta, 08/11/2012
Sang Arsitek Kata-kata: Marlin Bato,
Puisi ini didedikasikan untuk Yuliana Alexia Wain yang merindui Penyair.
:_Aku akan menjadi penghuni taman,
menyingkap rindu yang tak terbendung
menemukan puan [Yuliana] di taman kenang,
ingatan seperti rumput liar sedang hujan adalah pupuk
yang menumbuhkan akarnya dalam-dalam....~
:_Puan [Yuliana], sekelebat rindu mu begitu mengekal,
ibarat batu yang ditumbuhi lelumut,
jauh mendiami dasar telaga...~
:_Pada taman hati [Aku] penyair Flores berhenti,
ku coba memahami mengapa rindu mu begitu deras
menghujani seperti bunga-bunga di musim gugur,
dan angin, adalah waktu yang merontokan kelopaknya,
taman hati itu sepi, menunggu penyair yang lelah berjalan...~
:_Kita; adalah kisah sepi yang ditiup angin
bermimpi & berharap pada cahaya esok pagi
taman hati menjadi saksi bisu, kita tak pernah saling sapa..~
:_Kemarilah puan [Yuliana],
aku hadir laksana kunang - kunang menyemu di batas rindu
menyamar menjadi bintik jeda antara jarak dan kamu
kan kulindapkan sukma mu dengan goresan kata,
menelusup akar kalbu hingga tak ragu lagi berdetak
:_Sebab pada taman hatimulah aku hendak berhenti
meriuhkan beranda dengan aksara tanpa lupa
sebelum malam patah tergores luka - luka serupa..~
Epang gawan!! Salam Embun.......
:_Aku akan menjadi penghuni taman,
menyingkap rindu yang tak terbendung
menemukan puan [Yuliana] di taman kenang,
ingatan seperti rumput liar sedang hujan adalah pupuk
yang menumbuhkan akarnya dalam-dalam....~
:_Puan [Yuliana], sekelebat rindu mu begitu mengekal,
ibarat batu yang ditumbuhi lelumut,
jauh mendiami dasar telaga...~
:_Pada taman hati [Aku] penyair Flores berhenti,
ku coba memahami mengapa rindu mu begitu deras
menghujani seperti bunga-bunga di musim gugur,
dan angin, adalah waktu yang merontokan kelopaknya,
taman hati itu sepi, menunggu penyair yang lelah berjalan...~
:_Kita; adalah kisah sepi yang ditiup angin
bermimpi & berharap pada cahaya esok pagi
taman hati menjadi saksi bisu, kita tak pernah saling sapa..~
:_Kemarilah puan [Yuliana],
aku hadir laksana kunang - kunang menyemu di batas rindu
menyamar menjadi bintik jeda antara jarak dan kamu
kan kulindapkan sukma mu dengan goresan kata,
menelusup akar kalbu hingga tak ragu lagi berdetak
:_Sebab pada taman hatimulah aku hendak berhenti
meriuhkan beranda dengan aksara tanpa lupa
sebelum malam patah tergores luka - luka serupa..~
Epang gawan!! Salam Embun.......
Tags:
curhat

0 comments