Rindu Yang Menepi Dipalung Hati
11:30:00 AM
Oleh: Marlin Bato
Jakarta, 24/05/2016
:__Telah kulayari ribuan samudera, tetapi tak juga kutemukan hakikat gelombang selain kedalaman matamu
tak ayal lagi, tanpamu, aku laut tak berpantai, rindu berombak tanpa tujuan, seolah tersesat di palung terdalam, meradang di balik karang.
sebab kau adalah ombak laut, hanya memberikan keruh pada air yang tenang, lalu lenyap ditinggal rindu yang tergenang__:
:__Di matamu galaksi pecah, sekumpulan rindu bagai meteor melesat kedalam dadaku terjatuh bak kepingan origami
saat suara hujan riuh membacakan prolog kenangan, yang begitu gema di telinga..."
aku terjaga sampai subuh, menepikan gigil yang mendekati jendela. tak membiarkan sedetik pun rindu terlelap: luput dari gapaimu__:
:__Kutangkap merdu debarmu saat kuhampiri. pada tatapanmu, tertulislah satu sajak tanpa perlu tinta dan pena
pada lengkung alis, dan lentik bulu mata, tangismu pecah
saat bibir mengucap, tiada bunga yang tak gugur
dalam segenap pejam, rindu tiba bagaikan kata bermuara pada puisi. rajutlah, biar ia jadi dekap bagimu sejenak bermimpi__:

0 comments