Eureka Di Tanahku
3:15:00 PM
Puisi ini kan ku lumuri tetesan mani
biar aksaranya melahirkan anak
berwajah malam berkulit terang
kan kunamakan ia seorang bulan...
Tersesat dalam persepsi,
rayuan indera, mengkibuli nurani
atas nama bumi, bebatuan, tanah kering,
yang merindukan gerimis, dekapan hujan
Lalu ku jejali kawah kawah tiga warna,
meniduri sang predator 'lakolambo' itu
dan ku susuri lekuk lekuk 'kowe jawa'
acchh...jejak nafasmu kini bergemuruh disana.
Eureka !! hmhmhhm,
Ooh..,,,, Tuhan...
syukurku tak berujung padamu
ku pikir absurd.. Eureka !!..
Hmhmhm...Selamat Pagi semua para penghuni surga sang "Maya" !!
Jakarta, 22/08/2011
By: Marlin Bato

0 comments